Dahulu kala, hiduplah seorang kakek tua yang kaya raya. Ketika ia merasa ajalnya sudah dekat, ia membagi seluruh hartanya pada empat orang anaknya. Namun, kakek tua tidak kunjung meninggal. Justru, ia semakin sehat setiap hari.
Keempat anak kakek tua bukan anak-anak yang baik. Mereka hanya menginginkan harta kakek tua. Mereka tidak pernah merawat kakek tua. Kakek tua tersiksa oleh sikap jahat anak-anaknya.
Suatu hari, ia bertemu dengan sahabat lamanya. la menceritakan segala gundah hatinya pada sahabatnya itu.
Sahabat kakek tua itu pun memberikan usul, "Begini saja. Besok, aku akan datang ke rumahmu membawa empat karung berisi batu dan kerikil. Aku akan katakan bahwa karung itu berisi emas dan permata sebagai bayaran atas utang-utangku padamu. Kau katakan pada anak-anakmu bahwa empat karung itu akan kau wariskan setelah kau meninggal. Kakek tua setuju dengan usul temannya itu.
Keesokan harinya, sahabat itu datang ke rumah kakek tua dan memberikan empat karung berisi kerikil. Keempat anak kakek tua langsung bersikap baik. Mereka merawat kakektua. Mereka takut tidak kebagian warisan empat karung emas dan permata.
Akhirnya, kakek tua meninggal dunia dengan tenang. Keempat anaknya dengan serakah membuka empat karung warisan kakek tua. Betapa kagetnya mereka karena tidak menemukan emas dan permata, justru menemukan batu dan kerikil. Barulah mereka sadar bahwa selama ini mereka ditipu oleh ayah mereka dan sahabatnya.
Pesan Moral :
jangan jadi anak yang jahat. Sayangilah orangtuamu seperti mereka menyayangimu ketika membesarkanmu sejak kecil: Patuhi dan rawatlah orangtuamu tanpa mengharapkan imbalan.

No comments:
Post a Comment