Powered By Blogger

Wednesday, November 18, 2015

Cara Mengetahui Putri Yang Asli






Pangeran ingin menikah. Tapi, ia hanya ingin menikah dengan seorang perempuan yang benar-benar putri.

Bertahun-tahun, pangeran mencari seorang putri yang asli ke seluruh negeri. Tapi, ia tidak berhasil mendapatkannya. Ia banyak bertemu dengan perempuan yang mengaku dirinya sebagai putri. Tapi, setelah diuji, tidak ada seorang pun yang lolos. Pangeran putus asa dan memutuskan pulang.

Pada suatu malam, badai datang meluluh lantakkan kota. Guntur dan kilat menyambar bergantian. Malam itu sangat menakutkan. Tiba-tiba, pangeran dan ratu mendengar suara gerbang diketuk.

Saat gerbang dibuka, seorang perempuan berdiri di depan gerbang. Ia basah kuyup oleh air hujan. Putri itu mengatakan bahwa dirinya putri yang asli.

Ratu mendengar pengakuan putri itu dan ingin mengujinya. la masuk ke dalam kamar dan menaruh kacang polong di bawah kasur. Ratu melapis kasur itu dengan 20 matras dan 20 selimut. Lalu malam itu sang putri diperintahkan tidur di kasur itu.

Esoknya, ratu bertanya bagaimana tidur sang putri.

"Oh, buruk sekali," jawab putri.

"Aku tidak bisa menutup mata semalaman. Aku tidak tahu ada apa di bawah kasur. Aku menindih sebuah benda yang keras. Badanku memar-memar karenanya. Pokoknya sangat mengerikan," kata putri.

Ratu dan pangeran yakin bahwa ia adalah putri yang asli. Sebab, ia bisa merasakan kacang polong di bawah kasur yang ditutup 20 matras dan 20 selimut. Hanya putri yang asli yang bisa merasakan kacang polong itu.

Akhirnya, pangeran menikahi sang putri. Mereka hidup bahagia selamanya. Kemudian, kacang polong yang dijadikan alat uji itu dimasukkan ke dalam museum kerajaan.


Pesan Moral : 
hargailah semua orang, baik yang kaya maupun yang miskin. Jangan menilai mereka dari penampilan saja. Sebab, penampilan luar belum tentu mencerminkan kepribadian yang baik.









Anak-Anak Jahat Yang Tertipu




Dahulu kala, hiduplah seorang kakek tua yang kaya raya. Ketika ia merasa ajalnya sudah dekat, ia membagi seluruh hartanya pada empat orang anaknya. Namun, kakek tua tidak kunjung meninggal. Justru, ia semakin sehat setiap hari.

Keempat anak kakek tua bukan anak-anak yang baik. Mereka hanya menginginkan harta kakek tua. Mereka tidak pernah merawat kakek tua. Kakek tua tersiksa oleh sikap jahat anak-anaknya.

Suatu hari, ia bertemu dengan sahabat lamanya. la menceritakan segala gundah hatinya pada sahabatnya itu.

Sahabat kakek tua itu pun memberikan usul, "Begini saja. Besok, aku akan datang ke rumahmu membawa empat karung berisi batu dan kerikil. Aku akan katakan bahwa karung itu berisi emas dan permata sebagai bayaran atas utang-utangku padamu. Kau katakan pada anak-anakmu bahwa empat karung itu akan kau wariskan setelah kau meninggal. Kakek tua setuju dengan usul temannya itu.

Keesokan harinya, sahabat itu datang ke rumah kakek tua dan memberikan empat karung berisi kerikil. Keempat anak kakek tua langsung bersikap baik. Mereka merawat kakektua. Mereka takut tidak kebagian warisan empat karung emas dan permata.

Akhirnya, kakek tua meninggal dunia dengan tenang. Keempat anaknya dengan serakah membuka empat karung warisan kakek tua. Betapa kagetnya mereka karena tidak menemukan emas dan permata, justru menemukan batu dan kerikil. Barulah mereka sadar bahwa selama ini mereka ditipu oleh ayah mereka dan sahabatnya.


Pesan Moral :
jangan jadi anak yang jahat. Sayangilah orangtuamu seperti mereka menyayangimu ketika membesarkanmu sejak kecil: Patuhi dan rawatlah orangtuamu tanpa mengharapkan imbalan.






Asal-Mula Bluebird Mendapatkan Warna Birunya








Di California, Amerika Serikat, ada burung cantik berbulu biru, itulah mengapa orang menyebutnya bluebird (burung biru). Selain mempunyai warna bulu yang indah, bluebird juga bisa berkicau merdu.

Tahukah kalian bagaimana bluebird mendapatkan warna bulu yang biru? Begini ceritanya.

Dahulu kala, Bluebird mempunyai bulu yang sangat jelek dan kusam. Setiap pagi, ia selalu mandi di sebuah danau yang besar sambil menyanyikan lagu ajaib, "Ada air yang biru. Itu ia di sana. Aku pergi ke air itu dan aku menjadi biru."

Suatu pagi, Bluebird membuka seluruh bulunya dan mandi di danau. Sejak saat itu, tubuh bluebird ditutupi oleh bulu berwarna biru.

Sementara itu, anjing hutan selalu mengawasi Bluebird dan ingin memakannya. Tapi, ia takut pada air danau. Ia kaget melihat bulu Bluebird berubah jadi biru.

"Bagaimana bisa bulu jelekmu berubah jadi biru dan indah seperti itu?" tanya anjing hutan.

"Aku mandi setiap hari di danau dan menyanyikan lagu ajaib," kata Bluebird. Lalu, ia mengajari anjing hutan lagu ajaibnya.

Anjing hutan ingin juga mempunyai bulu yang biru. Ia melangkah menuju danau. Ia ingin mandi sambil bernyanyi.

Tapi, ia tersandung sebuah akar dan jatuh ke dalam lumpur. Sejak saat itu bulu anjing hutan berwarna cokelat dan kusam.


Pesan moral :
jangan iri pada kelebihan orang lain. Syukuri nikmat yang diberikan Tuhan kepadamu. Kalau suka iri pada orang lain, kamu akan rugi sendiri. Hatimu tidak tenang dan kamu susah tersenyum.

Sunday, November 8, 2015

Ayam Jantan yang Cerdik dan Rubah yang Licik


Suatu senja saat matahari mulai tenggelam, seekor ayam jantan terbang ke dahan pohon untuk bertengger. Sebelum dia beristirahat dengan santai, dia mengepakkan sayapnya tiga kali dan berkokok dengan keras. Saat dia akan meletakkan kepalanya di bawah sayap-nya, mata nya menangkap sesuatu yang berwarna merah dan sekilas hidung yang panjang dari seekor rubah.

"Sudahkah kamu mendengar berita yang bagus?" teriak sang Rubah dengan cara yang sangat menyenangkan dan bersemangat.

"Kabar apa?" tanya sang Ayam Jantan dengan tenang. Tapi dia merasa sedikit aneh dan sedikit gugup, karena sebenarnya sang Ayam takut kepada sang Rubah.

"Keluargamu dan keluarga saya dan semua hewan lainnya telah sepakat untuk melupakan perbedaan mereka dan hidup dalam perdamaian dan persahabatan mulai dari sekarang sampai selamanya. Cobalah pikirkan berita bagus ini! Aku menjadi tidak sabar untuk memeluk kamu! Turunlah ke sini, teman, dan mari kita rayakan dengan gembira."

"Bagus sekali!" kata sang Ayam Jantan. "Saya sangat senang mendengar berita ini." Tapi sang Ayam berbicara sambil menjinjitkan kakinya seolah-olah melihat dan menantikan kedatangan sesuatu dari kejauhan.

"Apa yang kau lihat?"tanya sang Rubah sedikit cemas.

"Saya melihat sepasang Anjing datang kemari. Mereka pasti telah mendengar kabar baik ini dan -"

Tapi sang Rubah tidak menunggu lebih lama lagi untuk mendengar perkataan sang Ayam dan mulai berlari menjauh.

"Tunggu," teriak sang Ayam Jantan tersebut. "Mengapa engkau lari? sekarang anjing adalah teman-teman kamu juga!"

"Ya,"jawab Fox. "Tapi mereka mungkin tidak pernah mendengar berita itu. Selain itu, saya mempunyai tugas yang sangat penting yang hampir saja saya lupakan."

Ayam jantan itu tersenyum sambil membenamkan kepalanya kembali ke bawah bulu sayapnya dan tidur, karena ia telah berhasil memperdaya musuhnya yang sangat licik.

Penipu akan mudah untuk ditakut-takuti.

Angsa dan Telur Emas



Dahulu kala, ada seorang petani yang memiliki seekor angsa yang sangatlah cantik, dimana setiap hari ketika petani tersebut mendatangi kandang angsa, sang Angsa telah menelurkan sebuah telur emas yang berkilauan.

Petani tersebut mengambil dan membawa telur-telur emas tersebut ke pasar dan menjualnya sehingga dalam waktu yang singkat petani tersebut mulai menjadi kaya. Tetapi tidak lama kemudian keserakahan dan ketidak-sabaran petani itu terhadap sang Angsa muncul karena sang Angsa hanya memberikan sebuah telur setiap hari. Sang Petani merasa dia tidak akan cepat menjadi kaya dengan cara begitu.


Suatu hari, setelah menghitung uangnya, sebuah gagasan muncul di kepala petani, gagasan bahwa dia akan mendapatkan semua telur emas sang Angsa sekaligus dengan cara memotong sang Angsa. Tetapi ketika gagasan tersebut dilaksanakan, tidak ada sebuah telur yang dapat dia temukan, dan angsanya yang sangat berharga terlanjur mati dipotong.


Barang siapa yang telah memiliki sesuatu dengan berlimpah, tetapi serakah dan menginginkan yang lebih lagi, akan kehilangan semua yang dimilikinya.